Sabtu, 26 November 2016

Pemilihan Dan Penentuan Metode SBM

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya. Oleh karena itu belajar dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Salah satu pertanda bahwa seseorang itu telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku pada diri orang itu yang mungkin disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan, keterampilan, atau sikapnya.[1]
Apabila proses belajar itu diselenggarakan secara formal di sekolah-sekolah, tidak lain ini dimaksudkan untuk mengarahkan perubahan pada diri siswa secara terencana, baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan ataupun sikap. Interaksi yang terjadi selama proses belajar tersebut di pengaruhi oleh lingkungannya, yang antara lain terdiri atas siswa, guru, kepala sekolah, petugas perpustakaan, bahkan materi pelajaran ( buku, modul, selebaran, majalah, rekaman video/audio dan yang sejenisnya), dan berbagai sumber belajar dan fasilitas ( proyektor, over head, perekam pita audio dan video, radio, TV, computer, perpustakaan, laboratorium, pusat sumber belajar dan lain-lain).
Guru sebagai pemegang peranan terpenting dalam proses belajar mengajar di sekolah dengan sadar berusaha mengatur lingkungan belajar tersebut agar bergairah sehingga tercipta lingkungan belajar yang kreatif dan kondusif bagi kegiatan belajar siswa di kelas. Dengan seperangkat teori dan pengalaman yang di milikinya guru gunakan untuk bagaimana mempersiapkan program pengajaran dengan baik dan sistematis. Salah satu usaha yang tidak pernah guru tinggalkan adalah bagaimana cara memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi kelas tersebut sehingga pencapaian tujuan pengajaran di peroleh secara optimal.
Para gurupun di tuntut agar mampu menggunakan alat-alat yang telah disediakan oleh sekolah. Sekurang-kurangnya guru dapat menggunakan alat yang murah dan efisien yang meskipun sederhana dan bersahaja tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pengajaran yang di harapkan. Di samping itu, guru juga dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan membuat media pembelajaran yang akan di gunakannya apabila media tersebut belum tersedia. Untuk itu guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pembelajaran.

B. Rumusan Masalah
A. Pengertian Metode Pembelajaran ?
B. Ciri-Ciri Umum Metode Pembelajaran Yang Baik ?
C. Prinsip-Prinsip Penentuan Metode Pembelajaran ?
D. Pemilihan dan Penentuan Metode Pembelajaran ?
E. Macam-Macam Metode Pembelajaran ?




BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Metode Pembelajaran

Metode secara harfiah berarti ‘cara’ dalam pemakaian yang umum, metode di artikan sebagai suatu cara atau prosedur yang di pakai untuk mencapai tujuan tertentu. Kata ‘Pembelajaran’ sendiri berarti belajar. Jadi metode pembelajaran adalah cara-cara menyajikan bahan pelajaran kepada siswa untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, salah satu keterampilan guru yang memegang peranan penting dalam pembelajaran adalah ketrampilan memilih metode. Pemilihan metode berkaitan langsung dengan usaha-usaha guru dalam menampilkan pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi sehingga pencapaian tujuan pembelajaran di peroleh secara oftimal. Oleh karena itu, salah satu hal yang sangat mendasar untuk dipahami guru adalah bagaimana memahami kedudukan metode sebagai salah satu komponen bagi keberhasilan kegiatan belajar mengajar yang sama pentingnya dengan komponen-komponen lain dalam keseluruhan komponen pendidikan.[2]

B. Ciri-Ciri Umum Metode Pembelajaran yang Baik.

Setiap guru yang akan mengajar senantiasa di hadapkan pada pilihan metode. Banyak macam metode yang bias dipilih guru dalam kegiatan pembelajaran. Namun tidak semua metode bias dikategorikan sebagai metode yang baik, dan tidak pula semua metode di katakan jelek. Kebaikan suatu metode terletak pada ketepatan memilih sesuai dengan tuntutan pembelajaran. Omar Muhammad Al-Toumi (dalam buku strategi pembelajaran PAI) mengatakan terdapat beberapa ciri dari sebuah metode yang baik untuk pembelajaran PAI yaitu:
1.  Berpadunya metode dari segi tujuan dan alat dengan jiwa dan ajaran akhlak islami yang`mulia.                                                                                                                               2.  Bersifat luwes, fleksibel dan memiliki daya sesuai dengan watak siswa dan materi                      3. Bersifat fungsional dalam menyatukan teori dengan praktek dan mengantarkan siswa pada`kemampuan`praktis.                                                                                                                        4. Tidak mereduksi materi bahkan sebaliknya justru mengembangkan materi                     5.  Memberikan keleluasaan pada siswa untuk menyampaikan pendapatnya                          6.  Mampu menempatkan guru dalam posisi yang tepat, terhormat dalam keseluruhan proses pembelajaran.[3]

C. Prinsip-Prinsip Penentuan Metode Pembelajaran

Metode mengajar yang digunakan guru dalam setiap pertemuan kelas bukanlah asal pakai, tetapi setelah melalui seleksi yang berkesesuaian dengan tujuan instruksional khusus. Jarang sekali terlihat guru merumuskan tujuan hanya dengan satu rumusan, tetapi pasti guru merumuskan lebih dari satu tujuan. Karenanya, gurupun selalu menggunakan metode yang lebih dari satu. Pemakaian metode yang satu di gunakan untuk mencapai yang satu, sementara penggunaan metode yang lain juga digunakan untuk mencapai tujuan yang lain.[4]
Metode apapun yang di pilih dalam kegiatan belajar mengajar hendaklah memperhatikan beberapa prinsip yang mendasari urgensi metode dalam proses belajar mengajar, yakni:
1. Prinsip motivasi dan tujuan belajar, motivasi memiliki kekuatan sangat besar dalam proses pembelajaran.                                                                                                                                            2. Prinsip kematangan dan perbedaan individual, belajar memiliki masa kepekaan masing-masing dan tiap anak memiliki tempo kepekaan yang tidak sama. Kepekaan intelek anak menurut J. Piaget dalam mansyur (dalam buku psikologi perkembangan) memiliki 3 fase :
a.   Fase praoperasional, yakni usia 5 – 6 tahun/ masa Pra sekolah, fase ini belum bisa membedakan sesuatu secara konsep / abstak. Cara yang mengajarkan yang abstrak mungkin bisa di tempuh melalui doktrin, cerita, nyanyian bahkan dengan Do’a. fase perkembangan moral pada tahap ini lebih bersifat Pra moral yang belum terikat pada aturan.
b.  Fase operasi kongkrit, masa ini anak sudah mulai bisa di bawa berfikir abstrak, fase perkembangan moral tahap ini lebih bersifat konvensional, yakni taat dan patuh pada kekuasaan, benar menurut siapa yang mengatakan.
c.  Fase oprasional formal, fase ini anak sudah mulai bisa memikirkan apa yang ada di balik realitas baik melalui percobaan maupun observasi.
3. Prinsip penyediaan peluang dan pengalaman praktis, belajar dengan memperhatikan peluang sebesar-besarnya bagi partisifasi anak didik dan pengalaman langsung oleh anak jauh memiliki makna ketimbang belajar verbalistik.
4. Integrasi pemahaman dan pengalaman, penyatuan pemahaman dan pengalaman menghendaki suatu proses pembelajaran yang mampu menerapkan pengalaman nyata dalam suatu daur proses belajar. Pendekatan belajar yang mungkin dapat di lakukan adalah mengalami ( Mengerjakan, mengamati, melihat ), mengungkapkan                       ( mengungkapkan kembali dan memberi tanggapan atau kesan ), mengolah ( satu pengalaman dikaitkan dengan pengalaman lain yang mungkin mengandung makna yang serupa ), menyimpulkan ( mengembangkan atau merumuskan prinsip-prinsip berupa kesimpulan umum dari pengalaman itu ), menerapkan ( dipergunakan atau di uji dala perilaku yang sesungguhnya ).
5. Prinsip Fungsional, belajar merupakan proses pengalaman hidup yang bermanfaat bagi kehidupan berikutnya, bisa berupa nilai manfaat, teoritik atau praktis bagi kehidupan sehari-hari.
6. Prinsip Menggembirakan, karena belajar merupakan proses yang terus berlanjut tanpa berhenti seiring kebutuhan dan tuntutan yang terus berkembang, maka metode mengajar jangan sampai memberi kesan memberatkan sehingga kesadaran belajar pada anak cepat berakhir.[5]

D. Pemilihan dan Penentuan Metode Pembelajaran
Guru sebagai salah satu sumber belajar berkewajiaban menyediakan lingkungan belajar yang kreatif dan kondusif bagi kegiatan belajar siswa di kelas. Salah satu kegiatan yang harus guru lakukan adalah melakukan pemilihan dan penentuan metode pengajaran. Guru harus mengenali karakteristik dari masing-masing metode pengajaran tersebut, karena itu seorang guru harus mengetahui kelebihan dan kelemahan dari metode-metode pengajaran itu tadi.
Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam pemilihan dan penentuan metode adalah :

1. Nilai strategis metode

Metode merupakan fasilitas untuk mengantarkan bahan pelajaran dalam upaya mencapai tujuan. Oleh karena itu bahan pelajaran tersebut harus di sampaikan dengan memperhatikan pemakaian metode yang sesuai dengan sifat bahan dan tujuan pengajaran supaya kondisi kelas bergairah dan kondisi anak didik kreatip. Oleh karena itu dapat di pahami bahwa metode adalah suatu cara yang memiliki nilai strategis dalam kegiatan belajar mengajar karena metode dapat mempengaruhi jalannya kegiatan belajar mengajar.[6]

2. Efektivitas Penggunaan Metode

Dalam menetapkan metode mengajar, metode tersebut hendaknya menjadi ‘variabel dependen’ yang dapat berubah dan berkembang sesuai kebutuhan. Karena itu efektivitas penggunaan metode dapat terjadi apabila ada kesesuaian antara metode dengan semua komponen pengajaran yang telah diprogramkan dalam satuan pelajaran sebagai persiapan tertulis.[7]

3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan dan Penentuan Metode antara lain :

a. Tujuan yang hendak di capai yaitu sasaran yang di tuju dari setiap kegiatan belajar mengajar. Karakteristik tujuan yang akan di capai sangat mempengaruhi penentuan metode sebab metode tunduk pada tujuan, bukan sebaliknya.
b. Materi Pelajaran ialah sejumlah materi yang hendak di sampaikan oleh guru untuk bisa di pelajari dan di kuasai anak didik.
c. Peserta Didik sebagai subjek belajar yang memiliki karakteristik yang berbeda baik secara fisik, psikologis, atau biologis.
d. Situasi Kegiatan Belajar merupakan setting lingkungan pembelajaran yang dinamis.
e. Fasilitas sangatlah penting guna berjalannya proses pembelajaran yang efektif
f. Guru, harus memiliki jiwa professional. Kompetensi mengajar seorang guru di pengaruhi oleh kepribadian, performance style, kebiasaan, pengalaman mengajar juga latar pendidikan guru tersebut.[8]

E. Macam-Macam Metode Pembelajaran, diantaranya :

1. Metode Ceramah

Metode ceramah ialah sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif.
Metode ini memiliki kelebihan :
-         Guru mudah menguasai kelas
-         Mudah mengorganisasikan kelas
-         Dapat di ikuti oleh jumlah siswa banyak
-         Mudah mempersiapkan dan melaksanakannya
-         Guru mudah menerangkan pelajaran dengan baik
Di samping itu metode ceramah juga memiliki kelemahan yaitu :
-         Mudah menjadi verbalisme ( pengertian kata-kata )
-         Yang visual menjadi rugi, yang auditif ( mendengar ) yang lebih besar menerimanya
-         Bila selalu di gunakan dan terlalu lama membosankan
-         Siswa menjadi pasif [9]

2. Metode Tanya Jawab

Metode Tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus di jawab, terutama dari guru kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru.
Metode Tanya jawab memiliki kelebihan yaitu :
-         Dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa
-         Merangsang siswa untuk melatih dan mengembangkan daya pikir dan  ingatan
-     Mengembangkan keberanian dan keterampilan siswa dalam menjawab dan mengemukakan pendapat.
Metode Tanya jawab juga memiliki kelemahan yaitu :
-         Siswa merasa takut
-         Tidak mudah membuat pertanyaan yang sesuai dengan tingkat daya berfikir dan mudah di pahami siswa
-         Waktu sering banyak terbuang[10]

3. Metode Diskusi

Metode diskusi adalah salah satu cara mendidik yang berupaya memecahkan masalah yang di hadapi, baik dua orang atau lebih yang masing-masing mengajukan argumentasinya untuk memperkuat pendapatnya.
Metode diskusi ini mempunyai kelebihan yaitu :
-         Merangsang kreativitas siswa
-         Mengembangkan sikap menghargai pendapat orang lain
-         Memperluas wawasan
-         Membina untuk terbiasa musyawarah untuk mufakat dalam memecahkan suatu masalah
Metode diskusi ini juga mempunyai kelemahan yaitu :
-         Pembicaraan terkadang menyimpang sehingga memerlukan waktu yang panjang
-         Tidak dapat di pakai pada kelompok besar
-         Peserta mendapat informasi yang terbatas
-         Mungkin di kuasai oleh siswa yang suka berbicara / ingin menonjolkan diri[11]


4. Metode Demonstrasi

Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan / mempertunjukan kepada siswa suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang di pelajari, baik sebenarnya maupun tiruan, yang sering di sertai dengan penjelasan lisan.
Metode demonstrasi ini mempunyai kelebihan yaitu :
-         Pelajaran menjadi lebih jelas dan konkrit
-         Siswa mudah memahami pelajaran
-         Proses pengajarannya lebih menarik
-         Merangsang siswa untuk aktif mengamati dan melakukannya sendiri
Metode demonstrasi ini juga mempunyai kelemahan yaitu :
-         Memerlukan keterampilan guru secara khusus
-         Pasilitas seperti peralatan, tempat dan biaya yang memadai tidak selalu tersedia dengan baik
-         Memerlukan kesiapan dan perencanaan yang matang
-         Memerlukan waktu yang cukup panjang[12]

5. Metode Karya Wisata

Metode karya wisata adalah cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat objek tertentu di luar sekolah, untuk mempelajari / menyelidiki sesuatu. Hal ini bukan rekreasi, tetapi untuk belajar atau memperdalam pengetahuannya dengan melihat langsung / kenyataan.
Metode karya wisata ini melebihi kelebihan yaitu :
-         Dapat memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran
-         Membuat apa yang di pelajari lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan di masyarakat
-         Lebih merangsang kreativitas siswa
-         Informasi lebih luas dan actual
-         Menyegarkan tubuh dan menambah kesehatan
-         Melatih anak-anak agar kuat
Metode karya wisata  ini juga mempunyai kelemahan yaitu :
-         Sulitnya pasilitas dan biaya yang di perlukan
-         Memerlukan persiapan dan perencanaan yang matang
-        Memerlukan koordinasi dengan guru bid. Study lain agar tidak terjadi timpang tindih waktu dan kegiatan selama karya wisata
-      Unsur rekreasi lebih menjadi prioritas sedang tujuan utamanya yaitu unsure studynya menjadi terabaikan
-        Sulit mengatur siswa yang banyak[13]

6. Metode Eksperimen ( Percobaan )

Metode eksperimen ( percobaan ) adalah cara penyajian pelajaran di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang di pelajari.
Metode eksperimen ini mempunyai kelebihan yaitu :
-         Siswa lebih percaya atas suatu kebenaran / kesimpulan
-      Pembina siswa untuk membuat trobosan-trobosan baru dengan penemuan dengan hasil-hasil percobaannya
-         Hasil-hasil percobaan yang berharga dapat di manfaatkan untuk kemakmuran umat manusia
Metode eksperimen ini juga mempunyai kelemahan yaitu :
-         Lebih sesuai dengan bidang-bidang sains / tekhnologi
-         Memerlukan berbagai pasilitas peralatan dan bahan yang sulit di peroleh dan mahal
-         Menuntut ketelitian, keuletan dan ketabahan
-         Tidak selalu memberikan hasil yang di harapkan[14]

7. Metode Sosiodrama

Metode sosiodrama pada dasarnya mendramatisasikan tingkah laku dalam hubungannya dengan masalah social.
Metode sosiodrama ini mempunyai kelebihan yaitu :
-         Siswa melatih dirinya untuk memahami dan mengingat isi bahan yang akan di dramakan
-         Siswa akan berlatih untuk berinisiatif dan berkreatif
-         Dapat memupuk bakat siswa
-         Dapat menumbuhkan kerja sama antar pemain
-         Siswa memperoleh kebiasaan untuk menerima dan membagi tanggung jawab
-         Dapat membina bahasa lisan siswa menjadi baik agar mudah di pahami orang lain
Metode sosiodrama ini juga mempunyai kelemahan yaitu :
-         Anak yang tidak ikut bermain drama menjadi kurang kreatif
-         Banyak memakan waktu
-         Memerlukan tempat yang cukup luas
-         Sering kelas lain terganggu oleh suara pemain dan penonton[15]

8. Metode Problem Solving ( Metode Pemecahan Masalah )

Metode Problem Solving merupakan metode mengajar sekaligus metode berfikir sebab dapat juga menggunakan metode-metode lainnya yang di mulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan.
Metode Problem Solving ini mempunyai kelebihan yaitu :
-         Membuat pendidikan di sekolah lebih relevan dengan kehidupan khusunya denga dunia kerja
-         Dapat membiasakan siswa menghadapi dan memecahkan masalah dengan trampil
-        Merangsang pengembangan kemampuan berfikir siswa secara kreatif dan menyeluruh
Metode Problem Solving ini juga mempunyai kelemahan yaitu :
-        Memerlukan kemampuan dan keterampilan guru untuk menentukan suatu masalah yang tingkat kesulitannya sesuai dengan tingkat berfikir siswa
-          Memerlukan waktu yang cukup lama
-         Memerlukan berbagai sumber belajar karena mengbah kebiasaan belajar siswa dari mendengar dan menerima informasi menjadi berfikir memecahkan masalah[16]

9. Metode Penugasan dan Resitasi

Metode Penugasan dan Resitasi adalah metode penyajian bahan di mana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Biasanya metode ini di pilih karena banyaknya bahan tidak sesuai dengan waktu yang tersedia.
Metode Penugasan dan Resitasi ini mempunyai kelebihan yaitu :
-         Lebih merangsang siswa dalam melakukan aktivitas belajar individual / kelompok
-         Dapat mengembangkan kemandirian siswa di luar pengawasan guru
-         Dapat mambina tanggung jawab dan disiplin siswa
-         Dapat mengembangkan kreativitas siswa
Metode Penugasan dan Resitasi ini mempunyai kelemahan yaitu :
-         Siswa sulit di control, apakah di kerjakan sendiri / oleh orang lain
-         Dalam tugas kelompok, tidak semua berpartisipasi
-         Tidak mudah memberikan yang sesuai dengan perbedaan individu siswa
-     Sering memberikan tugas yang monoton ( tidak berpariasi ) dan menimbulkan kebosanan siswa[17]

10. Metode Latihan ( Training )

Metode Latihan ( Training ) merupakan suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu.
Metode Latihan ( Training ) ini juga mempunyai kelebihan yaitu :
-     Untuk memperoleh kecakapan motorik
-     Untuk memperoleh kecakapan mental
-     Untuk memperoleh kecakapan asosiasi yang di buat
Metode Latihan ( Training ) ini juga mempunyai kelemahan yaitu :
-     Menghambat bakat dan inisiatif siswa
-     Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan
-     Kalau di lakukan secara berulang-ulang membosankan
-     Membentuk kebiasaan yang kaku karna bersifat otomatis
-     Dapat menimbulkan verbalisme[18]



BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Metode pembelajaran adalah cara-cara menyajikan bahan pelajaran kepada siswa untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Banyak macam metode yang bias di pilih guru dalam kegiatan pembelajaran, namun tidak semua metode bias di katakana baik dan tidak pula semua metode di katakana jelek, kebaikan suatu metode terletak pada ketepatan memilih sesuai dengan tuntutan pembelajaran. Dengan demikian salah satu keterampilan guru yang memegang peranan penting dalam pembelajaran adalah keterampilam memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi sehingga pencapaian tujuan pembelajaran di peroleh secara oftimal.

B. Saran

Di harapkan kepada semua guru agar trampil dalam memilih dan menentukan metode pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi kelas.

  

DAFTAR PUSTAKA

Djamarah, Syaiful Bahri, Strategi Belajar Mengajar, Banjarmasin : Rineka Cipta 1995
Fathurrahman, Pupuh dan M. Sobry Sutikno, Strategi Belajar Mengajar, Bandung : Refika Aditama 2007
N.K, Roestiyah, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta : Rineka Cipta 2008
Sanjaya,Wina..strategi pembelajaran berorentasi standar proses pendidikan bandung :kencana. 2006




[1] Djamarah, Syaiful Bahri, strategi belajar mengajar. (Jakarta:Rineka cipta.2006). hlm.56
[2] Ibid, hlm.58
[3] Omar Muhammad Al-Toumi , strategi pembelajaran PAI. (Jakarta:Rineka cipta.1983). hlm.50
[4] Ahmad Sabri, Strategi Belajar Mengajar Micro Teaching, (Jakarta : Quantum Teaching, 2005), hlm. 56
[5] Ibid, hlm. 60
[6] Sanjaya,Wina..strategi pembelajaran berorentasi standar proses pendidikan.(bandung:kencana.2006), hlm154
[7] Ibid, hlm155
[8] Winarno Surakhmad. strategi pembelajaran .(bandung:kencana.1994), hlm59
            [9] Hafni Ladjid, Pengembangan Kurikulum Menuju Kurikulum Berbasis Kompetensi,( Quantum Teaching, 2005), hlm.121
[10]  Ibid, hlm.122
[11] Ibid, hlm.52-53
[12] Ibid, hlm.54-55
[13] Ibid, hlm.56
[14] Ibid, hlm.57
[15] Ibid, hlm.58
[16] Roestiyah, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta : Quantum Teaching, 2003), hlm.55
[17] Ibid, hlm.57
[18]  Ibid, hlm.59

Tidak ada komentar:

Posting Komentar