Kurangnya
Pembinaan Terhadap Guru SMA
Berbagai
media melansir dalam setiap kesempatan dan hasil penelitian serta hasil
penilaian terhadap portoflio guru membuktikan bahwa pembinaan dan pengembangan
kompetensi guru SMA Negeri belum berjalan dengan baik.
Pemberitaan
dalam berbagai media masa dan gambaran dari hasll penelitian, yang didukung
oleh hasil penilaian portofolio guru, menunjukkan bahwa program dan kegiatan
pembinaan serta pengembangan kompetensi guru SMA khususnya, komponen kompetensi
profesional baik di tingkat kota/kabupaten maupun secara nasional, masih sangat
minim.
Media
Indonesia, 1/10/2005 mencatat bahwa guru telah gagal memenuhi indikator
pengembangan komponen pompetensi profesional sehingga terganjal kenaikan
pangkatnya. Dari pelaksanaan penilaian portofolio guru tahun 2007, penulis
sebagai salah seorang asesor wilayah Sumbar menemukan bukti yang mempriharinkan
itu.
Dari
64 dokumen yang dinilai, ternyata, sebanyak 77,4% guru tidak memenuhi indikator
sama sekali. Artinya, guru (i) jarang melakukan penelitian tindakan kelas
(PTK),t(ii) jarang menulis karya tulis lmiah (KTI) hasil penelitian, KTI
konseptual, KTI populer, dan KTI untuk seminar, (iii) jarang menulis buku dan
modul/Diktat, (iv) jarang menyiapkan alat pembelajaran, (v) jarang menghasilkan
teknologi tepat guna atau TTG/karya seni, dan (vi) jarang mengikuti
pengembangan kurikulum. Harian Kompas, 10/10/2007 memberitakan bahwa, secara
nasional, hanya sebanyak 8.000 guru yang lulus sertifikasi dari 17.000 dokumen
yang dinilai tahun 2007, sedangkan kuota nasional adalah sebanyak 20.000 (3.000
dokumen didiskualifikasi).
Penelitian
yang penulis lakukan tahun lalu yang dkenal, menurut Panduan Penelitian Dikti
Edisi VII, sebagai penelitian Hibah Bersaing dengan biaya Proyek Direktorat
Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Dikti Sesuai dengan Surat
Perjanjian Pelaksanaan Penelitian Nomor 230/ SP2H/DP2M/III/2007, tgl. 29 Maret
2007, membuktikan hal yang senada.
Dengan
memakai dasar kebijakan pemerintah tentang sertifikasi guru bahwa guru harus
profesional, tujuan utama penelitian adalah (i) mengidentifikasi dan
mengelompokkan guru SMA N Sumbar berdasarkan pemenuhan indikator komponen
kompetensi profesional guru, (ii) mengidentifikasi kemungkinan faktor penyebab
gagalnya pemenuhan indikator, dan (iii) menyusun dan merekomendasikan Model
Diklat.
Sasaran
penelitian adalah guru SMA N Sumbar yang tersebar pada 7 kota dan 12 kabupaten.
Lamanya penelitian adalah 3 tahun mulai tahun 2007. Pada tahun pertama (2007),
sasasaran penelitian yang disetujui adalah wakil 13 guru bidang studi di 16 SMA
N Kota Padang. Total sampel penelitian secara acak bertujuan (purposive
sampling) untuk tahun pertama adalah sebanyak 182 orang. Data dijaring, setelah
mendapat izin dari Diknas Provinsi Sumbar dan Diknas Kota Padang, melalui
kuesioner dan wawancara.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa dari 114 (63%) kuesioner yang kembali, sebanyak
68.75% guru hanya mampu membuat alat pembelajaran, 17.36% yang dapat megikuti
kegiatan pengembangan kurikulum, 3.47% saja yang membuat diktat, hanya 2.8%
melakukan PTK, 1.4% menulis KTI berdasarkan laporan penelitian, KTI konseptual,
KTI populer, karya seni, dan sisanya 0.69% guru yang mampu menulis KTI untuk
seminar, menulis buku, dan menghasilkan TTG.
Rujukan/referensi : Dr. H. Welya Roza, MPd. di http://www.bung-hatta.info
Tidak ada komentar:
Posting Komentar